BREAKING NEWS: Tsunami mbenar terjadi menghantam Palu ... | Liputan 24 Nusa Tenggara Barat
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

BREAKING NEWS: Tsunami mbenar terjadi menghantam Palu ...

Posted by On 7:09 AM

BREAKING NEWS: Tsunami mbenar terjadi menghantam Palu ...

Dua gempa besar terjadi di Donggala, Sulawesi Tengah, peringatan dini tsunami sudah berakhir

Warga Sulawesi TengahHak atas foto MOHAMMAD HAMZAH/ANTARA FOTO
Image caption Warga berada di luar rumah mereka setelah terjadi gempa di Kecamatan Sindue, Donggala, Sulawesi Tengah.

Dua gempa di Sulawesi Tengah dalam selang tiga jam sempat memicu peringatan tsunami. Setidaknya seorang warga meninggal dunia dan 10 luka akibat peristiwa pada Jumat (28/09).

Gempa pertama terjadi di Donggala, sekitar pukul 14:00, sementara gem pa berikutnya terjadi pada pukul 17:02. Di antara dua gempa besar, terjadi setidaknya tiga gempa kecil lain, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Hak atas foto BNPB

Peringatan dini tsunami segera aktif saat gempa di Palu terjadi, "namun sesudah setengah jam situasi kondusif, sehingga peringatan tsunami diakhiri," Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho.

  • Gempa Lombok: Warga mulai membangun sendiri rumahnya
  • Gempa Lombok: Saat warga panik dan puluhan rumah terbakar
  • Gempa Lombok: Daratan berubah bentuk dan naik 25 sentimeter

Disebutkan gempa pertama berkekuatan 5,9 skala richter dengan pusat gempa 2 km utara Kota Donggala pada kedalaman 10 km. Di sin i, gempa tidak berpotensi tsunami.Sementara gempa sesudahnya pada pukul 17:02 terjadi 27 km timur laut Donggala, atau 80 km barat laut Palu, dan menimbukan peringatan tsunami.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, kemudian mengatakan bahwa peringatan dini tsunami sudah berakhir untuk Donggala, Mamuju dan Palu.

Terjadi kerusakan di berbagai tempat, dengan banyak rumah rubuh. Warga di daerah yang terkena dampak, keluar dari rumah masing-masing, berkumpul di tempat terbuka.

Getaran gempa bahkan dapat dirasakan di Gorontalo, sekitar 576 kilometer dari pusat gempa di Donggala.

"Goyangnya agak lama. Bukan sekali getar langsung selesai, terus disusul goyang. Bukan begitu. Tetapi goyangannya lama. Orang pada saat keluar dari masjid, mereka diam, ada yang mengucapkan Subhanallah, Allahu Akbar, takbir. Mereka tidak begitu panik," tutur Rio, seorang warga Gorontalo.

Hak atas foto BNPB
Image caption Seorang warga diberi pertolongan medis setelah mengalami luka akibat gempa di Donggala, Sulawesi Tengah.

Kepala Pusat Seismologi Teknik Biofisika Potensial, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Bambang Setiyo Prayitno, mengatakan berdasarkan peta gempa, gempa di Donggala adalah "gempa bumi tektonik diakibatkan sesar Palukoro, Selat Makasar".

"Kalau melihat dari peta dampak guncangan dari gempa bumi diperkirakan timbulnya kerusakan karena sudah mencapai sekitar 8 MMI di dekat sumber gempanya," tambahnya.

Donggala setelah Lombok

Gempa bumi berkekuatan 5,9 skala richter dan susulan sebesar 7,7 skala richter di Donggala, Sulawesi Tengah, ini terjadi satu bulan setelah gempa dahsyat Lombok, Nusa Tenggara Barat, pada Agustus 2018 lalu.

Namun gempa di Lombok dan Donggala tersebut tidak berkaitan.

"Tidak ada hubungannya sama sekali antara gempa di Lombok dengan di Palukoro tadi, di Donggala. Hal yang berbeda, mekanismenya berbeda, sumber-sumber gempanya juga berbeda. Dan kedua daerah, baik di Lombok maupun di Donggala di sini juga memiliki sumber-sumber gempa." Demikian dijelaskan oleh Kepala Pusat Seismologi Teknik Biofisika Potensial, Badan Metereologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Bambang Setiyo Prayitno.

Sumber: Berita Nusa Tenggara Barat

Next
This is the current newest page
Previous
Next Post »