Waspada saat Liburan, ini 5 Pantai Berbahaya di Lombok | Liputan 24 Nusa Tenggara Barat
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Waspada saat Liburan, ini 5 Pantai Berbahaya di Lombok

Posted by On 7:06 AM

Waspada saat Liburan, ini 5 Pantai Berbahaya di Lombok

kicknews.today â€" Destinasi pantai memang menjadi favorit banyak orang untuk berlibur dan merayakan tahun baru. Berenang, berjemur, dan mengabadikan momen dengan berfoto, merupakan aktivitas yang sering dilakukan saat berada di pantai. Namun, bagaimana kalau pantai nan indah itu dikenal mematikan dan telah sering memakan korban?

Mendengar hal tersebut, bukan berarti kita tidak harus datang atau berkunjung ke tempat itu. Akan tetapi itu dapat dijadikan peringatan agar kita tetap waspada dan ekstra hati-hati saat berada disana.

Berikut empat pantai berbahaya di Lombok yang pernah memakan korban.

Baca Juga

Dit Polair: Liburan ke Pantai, Pengunjung Waspadai Kecelakaan Laut

BPBD Awasi Pesisir Pantai Lokasi Tahun Baru

Mau Meriahkan Malam Tahun Baru? Ini 4 Tempat yang Direkomendasikan di Lombok

Destinasi Wisata di Lombok Masuk Empat Besar Rawan Eksploitasi Seksual Anak

Pantai Kerandangan

Pantai Kerandangan

Pantai pertama yang pernah dan sering makan korban yaitu Pantai Kerandangan di Desa Senggigi Kecamatan Batulayar Kabupaten Lobok Barat.

Pantai Kerandang dikenal sering memakan korban karena terseret arus bawah laut, bahkan peristiwa terbaru terseret arus di Pantai Kerandangan terjadi pada Minggu (31/12) sekitar pukul 15.50 Wita.

Empat bocah asal Desa Kekait Kecamatan Gunung Sari Kabupaten Lombok Barat terseret arus bawah laut. Beruntung petugas jaga gabungan dari Dit Polair Polda NTB dan Resimen Mahasiswa Rinjani NTB sedang berada di sekitar lokasi kejadian dan langsung bergerak cepat melakukan p enyelamatan.

Pantai Klui

Pantai Klui di Dusun Klui Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara

Pantai kedua yang pernah memakan korban yaitu Pantai Klui di Dusun Klui Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara.

Beberapa waktu yang lalu tepatnya Sabtu (28/5) tiga orang terseret arus saat berenang bersama 27 rekannya. Dari ketiga orang yang terseret arus, satu orang tak mampu diselamatkan nyawanya.

Pantai Setangi

Pantai Setangi di Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara

Pantai ketiga yang pernah memakan korban nyawa yaitu Pantai Setangi di Desa Malaka Kecamatan Pemenang Kabupaten Lombok Utara.

Pantai dengan pasir putih yang setiap mata memandang dipastikan akan tergiur untuk mendatangi dan selanjutnya ingin mencoba berenang. Namun siapa sangka ternyata Pantai Setangi yang indah pernah memakan korban .

Pada Rabu (28/6) seorang mahasiswa UNTB tenggelam, meregang nyawa saat berenang bersama teman-temannya di pantai ini.

Tanjung Bloam

Pantai Tanjung Bloam di Kabupaten Lombok Timur

Keindahan pantai memang seringkali dijadikan tempat berfoto bagi sebagian pengunjung dan pencinta pantai. Siapa sangka asyiknya berfoto dengan latarbelakang Pantai Tanjung Bloam di Kabupaten Lombok Timur harus berujung kematian.

Pantai Tanjung Bloam adalah pantai keempat yang pernah memakan korban nyawa. Beberapa waktu yang lalu tiga orang pelancong menjadi korban keindahan pantai ini.

Mereka terseret ombak setelah sebelumnya digulung ombak besar yang datang tiba-tiba saat mereka asik berfoto.

Pantai Semeti

Pantai Semeti di Selong Belanak Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah

Pantai dengan kontur batu karang yang sangat memukau, memiliki pasir putih dimana garis pantainya diapit dua bukit nan indah.

Itulah Pantai Semeti di Selong Belanak Kecamatan Praya Barat Lombok Tengah, pantai dengan keunikan batu karang yang menyerupai pyramid. Namun siapa sangka ternyata keindahannya pernah memakan korban.

Diketahui, korban terhempas ombak yang ganas di tebing Pantai Semeti ketika asyik berfoto di tebing dekat laut tiba-tiba ombak besar datang membuat korban terpeleset hingga jatuh dan langsung tidak muncul lagi ke permukaan.

Itulah lima pantai di Lombok yang pernah dan sering memakan korban. Nah, untuk merayakan tahun baru 2018 (besok) tetaplah waspada dan ekstra hati-hati.

“Karakter pesisir pantai-pantai itu termasuk berbahaya untuk berenang, karena diantaranya ada yang di bagian dasarnya banyak karang. Ada juga yang memiliki arus bawah yang cukup kuat. Apalagi dalam kondisi cuaca akhir tahun seperti sekarang ini,” ungkap Wakil Direktur Dit Polair Polda NTB AKBP I Made Sunarta saat ditemui kicknews u sai memantau titik rawan laka laut, Minggu (31/12).

Dalam kesempatan itu, AKBP Sunarta juga mengingatkan kepada para orang tua, untuk tetap memantau anggota keluarganya saat berada di lokasi wisata pantai, terutama sekali untuk anak-anak. (djr)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Sumber: Google News | Liputan 24 Praya

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »