Gelar Bursa Inovasi Desa, Bupati Dompu Minta Desa Buat Inovasi ... | Liputan 24 Nusa Tenggara Barat
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Gelar Bursa Inovasi Desa, Bupati Dompu Minta Desa Buat Inovasi ...

Posted by On 7:06 AM

Gelar Bursa Inovasi Desa, Bupati Dompu Minta Desa Buat Inovasi ...

Gelar Bursa Inovasi Desa, Bupati Dompu Minta Desa Buat Inovasi Limbah TERPIJARGelar Bursa Inovasi Desa, Bupati Dompu Minta Desa Buat Inovasi Limbah TERPIJAR Bupati Dompu, H. Bambang M. Yasin saat menyampaikan pidato pada acara Bursa Inovasi Desa yang diselenggarakan Dinas PMPD Kabupaten Dompu di gedung Pemuda, Kamis, 28 Desember 2017. (Suara NTB/ula) Gelar Bursa Inovasi Desa, Bupati Dompu Minta Desa Buat Inovasi Limbah TERPIJAR

28 Desember 2017 12:55 SUARANTB.com

Salah satu hasil inovasi Desa yang dipamerkan di Bursa Inovasi Desa. Dompu (Suara NTB) â€" Kabupaten Dompu dalam beberapa tahun terakhir cukup dikenal di... Gelar Bursa Inovasi Desa, Bupati Dompu Minta Desa Buat Inovasi Limbah TERPIJAR

Salah satu hasil inovasi Desa yang dipamerkan di Bursa Inovasi Desa.

Dompu (Suara NTB) â€" Kabupaten Dompu dalam beberapa tahun terakhir cukup dikenal di Indoensia dengan program jagungnya dan bahkan berimbas pada penurunan angka kriminalitas hingga 67 persen. Kepala Desa yang diberi kesempatan mengurus rakyat juga dituntut untuk memikat hati rakyat melalui program yang inovatif, tapi harus fokus dan bermanfaat bagi orang banyak.

'); }());

Hal itu disampaikan Bupati Dompu, Drs H. Bambang M. Yasin pada acara Bursa Inovasi Desa yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Dompu di gedung Pemuda Dompu, Kamis, 28 Desember 2 017. Acara yang dihadiri oleh Kepala Desa, BPD, Tokoh Masyarakat dan Camat se Kabupaten Dompu ini menampilkan berbagai inovasi yang ada di masing â€" masing Desa.

Bambang M. Yasin mengungkapkan, Mentri Desa RI cukup familiar dengan Kabupaten Dompu dan bahkan selalu dipidatokan di mana â€" mana. Hal itu disebabkan karena kesuksesan Dompu dalam gerakan jagungnya yang memberikan dampak positif pada berbagai sektor kehidupan, termasuk diantaranya mampu menurunkan angka kriminalitas hingga 67 persen karena rakyatnya sibuk bekerja.

“Pidato Menteri Desa, ada 500an Kabupaten se Indonesia dan 17.047 Desa dengan 100 ribu lebih program. Tidak ada yang jadi karena terlalu banyak program, akhirnya tidak ada yang tuntas. Kabupaten Dompu, hanya tanam jagung, sapi, dan tebu. Tapi dengan jagung, Dompu menjadi sangat terkenal di Indonesia. 67 persen angka kriminal turun, karena rakyatnya sibuk mengurus jagung, sapi dan tebu,” kata H. Bambang.

Untuk itu, H. Bambang meminta kepada Kepala Desa untuk fokus dalam membuat inovasi di Desa-nya dan harus bermanfaat bagi orang banyak. Salah satu inovasi yang harus dikembangkan, mengolah limbah jagung menjadi pupuk organik. Bahkan tongkol jagung merupakan media yang bagus untuk menanam jamur dan tongkol jagung ini ada yang mau eksport ke Jepang. “Inovasi ini tidak perlu banyak. Fokus ke satu program saja setiap Desa dan bermanfaat, tapi tuntas,” pintanya.

Baca juga: Dinas PUPR Terus Berbenah, Wujudkan RPJMD H. Bambang M. Yasin â€" Arifuddin

Bambang juga mengungkapkan, kenapa beberapa kepala Desa yang kembali mencalonkan diri dalam Pilkades langsung 23 November lalu dan tidak terpilih. Itu karena mereka tidak mampu memaksimalkan anggaran Desa untuk memikat hati rakyat dengan program yang inovatif dan bermanfaat bagi orang banyak.

“Ada juga yang ingin calon kepala Desa habis Rp 500 ribu per orang (suara), tapi ndak jadi juga. Itu artinya, uang bukan segala â€" galanya. Menjadi kepala Desa, menjadi Bu pati kalau karena uang ada, tapi itu juga takdir. Itu yang ndak bisa dilawan oleh siapapun. Jadi berbahagianlah yang menjadi Kepala Desa, Camat dan jadi Bupati. Kita dikirim untuk mengurus masyarakat,” katanya.

BUMDes juga bisa berinovasi dan berusaha mengembangkan peternakan. Ketika ada BUMDes yang siap, H. Bambang berjanji akan siap membantu bibit sapi brahmancros yang sedang bunting yang dibantu Kementrian Pertanian untuk Kabupaten Dompu tahun 2018. Sistemnya bagi hasil dan pola ini juga direncanakan ke beberapa perusahaan peternakan di Dompu, sehingga target eksport sapi dari Dompu dalam beberapa tahun kedepan dari bantuan sapi brahmancros bisa tercapai.

“Kalau diserahkan ke petani, ketika ditanyakan kembali malah dibilang, sudah diberi kok ditanyakan kembali,” ungkapnya.

Kepala Dinas PMPD Kabupaten Dompu, H. Supardi, S.Sos, M.Si pada kesempatan yang sama, mengungkapkan, bursa inovasi Desa tingkat Kabupaten Dompu ini merupakan kali pertama dilaksanakan di Kabupaten Dompu dan akan menjadi program rutin setiap tahun. Karena Kementrian PDT secara pro aktif telah memunculkan program inovasi Desa untuk mendorong dan memfasilitasi peningkatan kapasitas Desa yang diorientasikan untuk mendorong tercapainya RPJM Kementrian Desa. Ada beberapa program dikembangkan melalui bursa Inovasi Desa, diantaranya program pengembangan kewirausahaan, peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM), dan pemenuhan kebutuhan infrastruktur pedesaan.

Salah satu program inovasi Desa yaitu Bursa Inovasi yang merupakan forum penyepakatan, penukaran informasi atau inovasi â€" inovasi masyarakat yang berkembang di Desa â€" Desa se Kabupaten Dompu. Di Dompu sudah banyak inovasi yang dilakukan di Desa melalui Dana Desa (DD). “Contoh di Desa Tolokalo, ada kerjasama Desa dengan menggaji bidan Desa dari Dana Desa. Ini inovasi yang terjadi dan satu â€" satunya di NTB,” kata H. Supardi.

Baca juga: Dinas PUPR Terus Berbenah, Wujudkan RPJMD H. Bambang M. Yasin â €" Arifuddin

Inovasi lain dan menghantarkan Dompu juara di tingkat Provinsi hingga nasional yaitu program Pansimas kerjasama dengan Desa Kadindi. Program ini menciptakan air bersih dan dikelola oleh BUMDes Kadindi. “Bursa Inovasi Desa ini dihadiri oleh semua Desa dengan perwakilan Kepala Desa, BPD dan tokoh masyarakat di Desa dengan harapan bisa membuat komitmen bersama, apa inovasi yang cocok di Desa sesuai keadaan di Desanya. Sehingga tidak ada alasan lagi, ADD dan DD tidak bisa dihabiskan dalam pelaksanaan 1 tahun itu sesuai kebutuhan yang ada di masyarakat,” jelasnya.

Bursa inovasi Desa tingkat Kabupaten ini juga dimaksudkan untuk menjembatani kebutuhan pemerintah Desa akan solusi bagi penyelesaian masalah serta inisiatif atau alternatif kegiatan pembangunan Desa dalam rangka penggunaan dana Desa (DD) yang lebih efektif dan inovasi. Sehingga sinergisitas informasi pokok terkait kegiatan inovasi Desa secara umum serta hibah dana Desa dengan inovasi secara khusus.

< p>Supardi juga mengungkapkan, di tingkat Desa ada pelaku pendamping Desa. Di Kecamatan juga ada pendamping Desa dan di Kabupaten ada tenaga ahli. Ahli ini terdiri dari ahli infrastruktur, ahli pendamping pemberdayaan, ahli KTG, ahli BUMDes, dan sebagainya. “Semua kompleks (tenaga ahlinya). Tenaga â€" tenaga ahli itu akan mendapingi masyarakat yang ada di Desa dalam rangka menciptakan motivasi dan inovasi â€" inovasi yang akan muncul di Kabupaten Dompu,” katanya. (ula/*)

BERITA TERKAIT :

  • Pelaksanaan ADD, BPK Bidik 46 Desa di BimaPelaksanaan ADD, BPK Bidik 46 Desa di Bima
  • Belasan Warga Lingkar Mandalika Terima Pembayaran Uang ...Belasan Warga Lingkar Mandalika Terima Pembayaran Uang ...
  • Mori Hanafi Buka Layanan Pengaduan THRMori Hanafi Buka Layanan Pengaduan THR
  • Papuq Mehram, Warga Miskin di Lobar yang Belum Rasakan ...Papuq Mehram, Warga Miskin di Lobar yang Belum Rasakan ...
Sumber: Google News | Liputan 24 Dompu

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »