Calo Paspor di Kantor Imigrasi Mataram Ditangkap Polisi | Liputan 24 Nusa Tenggara Barat
www.AlvinAdam.com

Gratis Berlangganan

Tuliskan Alamat Email Anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

Calo Paspor di Kantor Imigrasi Mataram Ditangkap Polisi

Posted by On 8:10 AM

Calo Paspor di Kantor Imigrasi Mataram Ditangkap Polisi

kicknews.today â€" Satuan Tugas Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri bersama Tim Resmob 701 Polres Mataram, menangkap seorang pria yang diduga berperan sebagai calo Tenaga Kerja Indonesia ilegal di wilayah Nusa Tenggara Barat.

Kapolres Mataram AKBP Muhammad di Mataram, Jumat (15/12), membenarkan bahwa pria dengan inisial UH (38), yang kesehariannya bekerja sebagai calo paspor di Kantor Imigrasi Mataram, ditangkap pada Kamis (14/12) siang.

“Bersama tim dari Bareskrim Polri, yang bersangkutan kami tangkap saat sedang mengurus paspor di Kantor Imigrasi Mataram,” ujar Muhammad.

Baca Juga

60 WNA Dideportasi Imigrasi Mataram, dari China Mendominasi

Buka Usaha di Lombok, Tiga Bule Ditangkap Petugas Gabungan

Ditinggal jadi TKI, Ibu Muda asal Lotim Telantarkan Bayi Hasil Hubungan Gelapnya

Imigrasi akan Telusuri Dokumen WNA yang Cari Nafkah di KLU

UH yang berasal dari Gatep, Kecamatan Ampenan, Kota Mataram, ditangkap karena diduga berperan sebagai calo yang dengan sengaja memalsukan identitas TKI asal NTB agar bisa bekerja di luar negeri.

Dugaan peran dan keterlibatannya muncul dari hasil pengembangan kasus TPPO dengan pelaku yang diketahui berasal dari NTB. Kasusnya ditangani setelah Bareskrim Polri menerima adanya laporan pemulangan dua TKI asal NTB yang sebelumnya telah bekerja dengan identitas palsu di Damaskus, Suriah.

Setelah ditangkap Tim Satgas TPPO Bareskrim Polri, jelasnya, UH langsung digiring ke Mabes Polri untuk menjalani proses pemeriksaan lanjutan dari pengembangan kasus di Jakarta.

“Jumat pagi yang bersangkutan sudah dikirim ke Jakarta, tim kami tidak ikut mengawal, tapi tim dari Bareskrim Polri yang langsung membawanya ke Jakarta,” ucapnya.

UH yang diamankan bersama sejumlah barang bukti berupa uang tunai dan sejumlah salinan kartu tanda pengenal milik pelanggannya, itu dijerat dengan Pasal 4 Undang-Undang Nomor 21/2007 tentang Pemberantasan TPPO dan atau Pasal 102 Undang-Undang Nomor 39/2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja di Luar Negeri. (ant)

Tanggapan Pembaca

Tanggapan

Sumber: Google News | Liputan 24 Kota Mataram

Next
« Prev Post
Previous
Next Post »